Headlines News :

Pengajian Umum Dalam Rangka Khotmil Qur'an Peserta Didik SMP Negeri 1 Rakit


     Membentuk siswa yang berkarakter dan berakhlak mulia tidak cukup dengan menguasai ilmu dan teknologi. Agama akan menjadi pondasi dan benteng bagi perkembangan jiwa juga pengaruh perkembangan teknologi serta pergaulan siswa dengan lingkungannya, demikian disampaikan oleh Rojat, S.Pd. selaku Kepala Sekolah .

     Untuk mencapai tujuan tersebut SMP Negeri 1 Rakit menggelar acara Khotmil Quran ( Khataman Al-Qur’an ) bagi 30 siswa setelah melalui seleksi. Acara digelar pada hari Senin 13 Oktober 2014 mulai pukul 20.00 WIB disaksikan oleh Bupati Banjarnegara beserta Muspika dan orang tua/wali peserta didik serta masyarakat umum.

     Kegiatan seperti ini perlu dilestarikan dan digelar secara rutin, bahkan bisa diikuti oleh sekolah negeri lainnya, demikian Bupati Banjarnegara dalam sambutannya. Usai menyampaikan sambutan Bupati Banjarnegara memberikan penghargaan berupa piala kepada siswa dan guru berprestasi.

     SMP Negeri 1 Rakit berdiri sejak 1966, namun baru kali ini digelar acara khataman Al Qur’an dan kami sangat mengapresiasinya, demikian kata Kepala Desa Adipasir yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Sekolah.

     Dalam kesempatan ini juga menghadirkan pembicara Faiza ( 6 th ) peserta Audisi Aksi Junior di Indosiar yg sekarang masih menempuh pendidikan di TK Permata Hati Purwareja Klampok. Tampil sebagai pembicara senior KH. Abdullah Maksum, M.Si ( Dosen UNSIQ Wonosobo ) memberikan tausiyah kepada para jamaah hingga acara selesai.

     Berdasarkan pemantauan di tempat pelaksanaan kegiatan, acara berakhir pada pukul 00.30 WIB dan berlangsung dengan tertib, aman dan lancar. ( red - smpn1rakit )


PTK ALGA MI BUCAMAT

PENGGUNAAN “ALGA MI BUCAMAT” BERBANTUAN WHO WANTS TO BE THE WINNER A MATH QUIZ DENGAN TEKNIK “COLAK CALEK” UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA
PADA MATERI SEGIEMPAT KELAS VIID SMP NEGERI 1 RAKIT




ABSTRAKS
Tujuan pembelajaran Matematika adalah untuk melibatkan semua siswa aktif dan kreatif dalam proses belajar. Pembelajaran kreatif adalah pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa berkreasi, mengkomunikasikan gagasan, pendapat melalui karya tertentu, secara tertulis maupun tidak tertulis. Pembelajaran Matematika di kelas VII.B SMP Negeri 1 Rakit terdapat masalah antara lain: Rendahnya minat belajar siswa, siswa kurang aktif selama proses pembelajaran berlangsung, kreatifitas siswa belum tertanam pada diri siswa selama proses pembelajaran berlangsung, media pembelajaran jarang digunakan sehingga proses pembelajaran kurang bervariasai, prestasi belajar siswa kurang memuaskan sehingga proses pembelajaran yang berlangsung belum efektif.
Kompleksnya permasalahan yang dihadapi guru matematika di SMP Negeri 1 Rakit menuntut guru untuk melakukan sebuah usaha perbaikan atau tindakan. Sebagai alternatifnya pembelajaran melalui penggunaan “Alga Mi Bu Camat” berbantuan Who Want To be The Winner A Math Quiz dengan teknik “Colak Calek”. Dengan pembelajaran tersebut diharapkan kreatifitas belajar siswa lebih meningkat, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) terdiri 2 siklus. Tujuan penelitian ini adalah untuk sesuai dengan pokok masalah yang diteliti, yaitu untuk meningkatkan kreafitas dan prestasi belajar siswa pada materi Segiempat. Peningkatan kreatifitas belajar siswa bisa dilihat dari: mengemukakan pendapat, keterampilan menggunakan media, keaktifan dalam diskusi, dan bertanya.
Pembelajaran melalui penggunaan “Alga Mi Bu Camat” berbantuan Who Want To be The Winner A Math Quiz dengan teknik “Colak Calek” dapat meningkatkan kreatifitas belajar siswa jumlah kriteria amat baik dan baik pada siklus I 55,7% pada siklus II menjadi 81,8% dan prestasi belajar siswa dengan nilai rata-rata pada awal sebelum tindakan 61,36, pada siklus I meningkat menjadi 69,1, pada siklus II meningkat menjadi 75,5. Ketuntasan belajar pada awal sebelum tindakan 63,6% sedangkan pada siklus I meningkat menjadi 77,2%, pada siklus II meningkat menjadi 86,4%.

Kata Kunci : Alga Mi Bu Camat, Who Want To be The Winner A Math Quiz, Teknik Colak Calek, Kreativitas belajar, Prestasi belajar, Segiempat.



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Kondisi pembelajaran matematika di SMP Negeri 1 Rakit berdasarkan hasil observasi pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013 di kelas VIIB pada materi Segiempat dijumpai permasalahan yang menghambat kelancaran proses pembelajaran matematika dalam meningkatkan kreatifitas dan prestasi belajar siswa yaitu rendahnya minat belajar siswa terhadap mata pelajaran matematika, siswa kurang aktif saat pembelajaran berlangsung, siswa sangat tergantung kepada guru, tidak ada keberanian untuk menyatakan idenya apalagi menyatakannya dengan alasan.
Selain itu siswa kurang aktif bertanya kepada guru, selain itu, kurangnya kreatifitas guru dalam pembelajaran di kelas, guru kurang mengembangkan kegiatan pembelajaran yang beragam misalnya diskusi, tanya jawab, dan teknik-teknik pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Selain itu prestasi belajar siswa belum memuaskan dimana rata-rata prestasi belajar Matematika pada materi Segiempat yang masih menggunakan metode konvensional pada semester II tahun 2012/2013 nilai tertinggi 85,00 dan nilai terendah 35,00 dan rata ratanya 61,36.
Salah satu faktor yang menyebabkan prestasi belajar siswa belum memuaskan adalah faktor pembelajaran. Apabila pembelajaran menarik dan kontekstual siswa akan termotivasi dan tertarik dengan materi pelajaran yang akhirnya akan meningkatkan kreatifitas dan prestasi belajar siswa. Menurut Bruner (dalam Lambas dkk, 2004: 8), jika seseorang mempelajari sesuatu pengetahuan perlu dilalui tahap-tahap tertentu agar pengetahuan itu dapat diinternalisasi dalam pikiran orang tersebut. Diawali dengan tahap enaktif yaitu menggunakan benda-benda kongkret, tahap selanjutnya ikonik yaitu menggunakan bantuan visual, gambar atau diagram, dan tahap belajar terahir tahap simbolik yaitu dengan menggunakan simbol-simbol abstrak.
Kompleksnya permasalahan yang dihadapi guru matematika di SMP Negeri 1 Rakit menuntut guru untuk melakukan sebuah usaha perbaikan. Sebagai alternatifnya adalah dengan pembelajaran melalui penggunaan “Alga Mi Bucamat” (Alat Peraga Origami Burung Cantik Matematika) berbantuan Who Wants to be The Winner A Math Quiz dengan teknik “Colak calek” (Coba lakukan cari lewat eksperiment).
Alasan utama peneliti menggunakan “Alga Mi Bucamat” adalah dengan menggunakan alat peraga ini dapat digunakan secara efektif, dan efisien untuk membelajarkan segi empat secara konkrit dan menyenangkan bagi siswa. Siswa belajar sambil bermain lewat origami membuat burung yang cantik dengan terlebih dahulu membentuk bangun segiempat sehingga siswa tidak hanya hafal diskripsinya saja, tetapi dapat menerapkan atau mengaplikasikan konsep segiempat pada benda nyata. Dengan menggunakan Who Wants to be The Winner A Math Quiz siswa dapat belajar dengan bermain kuis sebagai alat latihan soal sehingga siswa akan merasa senang dan tertarik dengan permainan tersebut. Sedangkan dengan teknik “Colak calek” mengajarkan siswa untuk berusaha mencoba melakukan membuat bangun segiempat dengan menggunakan kertas, kemudian siswa mencari sifat-sifat dan segiempat melalui eksperimen. Maka peneliti melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul “Peningkatan Kreatifitas Dan Prestasi Belajar Siswa Melalui Penggunaan “Alga Mi Bucamat” Berbantuan Who Wants to be The Winner A Math Quiz Dengan Teknik “Colak calek” Pada Materi Segiempat Kelas VII.B SMP Negeri 1 Rakit”.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimanakah peningkatkan kreatifitas belajar siswa melalui penggunaan “Alga Mi Bucamat” berbantuan Who Wants to be The Winner A Math Quiz dengan teknik “Colak calek” pada materi Segiempat kelas VII.B SMP Negeri 1 Rakit tahun pelajaran 2013/2014?.
2. Bagaimanakah peningkatkan prestasi belajar siswa melalui penggunaan “Alga Mi Bucamat” berbantuan Who Wants to be The Winner A Math Quiz dengan teknik “Colak calek” pada materi Segiempat kelas VII.B SMP Negeri 1 Rakit tahun pelajaran 2013/2014?.
3. Bagaimanakah perubahan perilaku belajar siswa melalui penggunaan “Alga Mi Bucamat” berbantuan Who Wants to be The Winner A Math Quiz dengan teknik “Colak calek” pada materi Segiempat kelas VII.B SMP Negeri 1 Rakit tahun pelajaran 2013/2014?.

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui peningkatan kreatifitas belajar siswa melalui penggunaan “Alga Mi Bucamat” berbantuan Who Wants to be The Winner A Math Quiz dengan teknik “Colak calek” pada materi Segiempat kelas VII.B SMP Negeri 1 Rakit tahun pelajaran 2013/2014.
2. Untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa melalui penggunaan “Alga Mi Bucamat” berbantuan Who Wants to be The Winner A Math Quiz dengan teknik “Colak calek” pada materi Segiempat kelas VII.B SMP Negeri 1 Rakit tahun pelajaran 2013/2014.
3. Untuk mengetahui perubahan perilaku belajar siswa melalui penggunaan “Alga Mi Bucamat” berbantuan Who Wants to be The Winner A Math Quiz dengan teknik “Colak calek” pada materi Segiempat kelas VII.B SMP Negeri 1 Rakit tahun pelajaran 2013/2014.

D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Siswa: meningkatnya kreatifitas belajar siswa pada pembelajaran matematika, terlatihnya siswa dalam memahami konsep yang ada pada pembelajaran matematika secara mudah dan meningkatnya prestasi belajar siswa.
2. Bagi Guru: Memberi sumbangan wawasan bagi guru untuk meningkatkan kreatifitas siswa dalam pembelajaran matematika, memberi informasi mengenai pentingnya penguasaan konsep dalam pembelajaran matematika dan meningkatnya profesionalisme guru dalam pembelajaran.
3. Bagi Sekolah: Mampu memberikan sumbangan serta mendorong sekolah untuk selalu melakukan inovasi dalam rangka perbaikan pembelajaran guna peningkatan kreatifitas siswa dalam pembelajaran matematika dan sekolah lebih meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan kepada masyarakat.


BAB II
KAJIAN TEORETIK
A. Kajian Teoretik
1. Kreatifitas Belajar Siswa
Pembelajaran yang kreatif adalah pembelajaran yang mewakili pemikiran, gagasan dan kreatifitas siswa. Ditinjau dari kegiatan siswa, pembelajaran kreatif adalah pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa merancang, membuat, berkreasi, mengkomunikasikan gagasan, pendapat atau pikirannya melalui karya tertentu, secara tertulis maupun tidak tertulis (Sri Wardani, 2004: 17).
Ditinjau dari kegiatan guru pembelajaran kreatif adalah pembelajaran yang menuntut guru mengembangkan kegiatan belajar yang beragam untuk siswa misalnya diskusi, tanya jawab, dan demontrasi serta membuat atau menggunakan media pembelajaran yang bervariasi misalnya lembar kerja siswa, multi media, alat peraga yang sesuai dengan materi ajar yang akan membantu siswa dalam memahami suatu konsep (Winarno, 2002:3).
Dari beberapa pendapat diatas, pembelajaran kreatif adalah pembelajaran yang mampu membuat siswa aktif bertanya, mengemukakan gagasan, mempertanyakan gagasan orang lain dan menggunakan media pembelajaran. Lebih lanjut menurut Taylor dalam E. Mulyasa (2010 : 82) untuk mengembangkan kreatifitas siswa bisa dilakukan dengan cara menyediakan sumber belajar untuk menemukan gagasan, dan memberanikan siswa untuk memanipulasi benda-benda dan ide.
2. Prestasi Belajar Matematika
Poerwadarminta (1974: 769) mendefinisikan bahwa prestasi merupakan hasil yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu usaha yang dilakukan atau dikerjakan. Definisi di atas sejalan dengan pendapat Winkel (1986: 102) yang menyatakan bahwa prestasi adalah bukti usaha yang dicapai.
Prestasi belajar adalah suatu nilai yang menunjukan hasil yang tertinggi dalam belajar yang dicapai menurut kemampuan siswa dalam mengerjakan sesuatu pada saat tertentu. Selanjutnya Soejanto (1979: 12) menyatakan bahwa prestasi belajar dapat pula dipandang sebagai pencerminan dari pembelajaran yang ditunjukan oleh siswa melalui perubahan-perubahan dalam bidang pengetahuan, pemahaman, keterampilan, evaluasi serta nilai dan sikap. Berdasarkan pengertian prestasi yang dikemukakan para ahli, maka dapat dikatakan bahwa prestasi belajar matematika adalah tingkat penguasaan yang dicapai siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar Matematika sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.
3. Alga Mi Bucamat (Alat Peraga Origami Burung Cantik Matematika)
Alat peraga atau media menurut Andreas dalam Masrukan diartikan sebagai segala sesuatu yang dimanfaatkan untuk proses komunikasi dengan siswa agar siswa belajar (Masrukan, 2004: 31). Dalam aktivitas pembelajaran, media dapat diartikan sebagai sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi antara guru dan siswa (Sobry Sutikno, 2009 : 106). Alat peraga Mi Bunga Camat adalah alat peraga origami membuat burung yang cantik dengan terlebih dahulu membentuk bangun segiempat berupa persegi, persegi panjang, jajargenjang, trapesium, layang-layang dan belahketupat yang ahirnya membentuk burung yang cantik.

4. Who Wants to be The Winner A Math Quiz
Who Wants to be The Winner A Math Quiz merupakan suatu permainan (kuis) yang didesain seperti game Kuis Who Wants To Be Millionaire. Kuis ini menggunakan slide Powerpoint, yang berisi 15 pertanyaan dan setiap pertanyaan terdapat 4 pilihan soal. Adapun bentuk dari Who Wants to be The Winner A Math Quiz

Prosedur permainannya dimodifikasi dari kuis aslinya, siswa dijadikan 4 berkelompok yang beranggotakan 5 atau 6 orang. Setiap kelompok harus bersaing, kelompok pemenang adalah kelompok yang mendapat nilai tertinggi. Nilai terendah 10 dan nilai tertinggi 100 sedangkan titik aman pada nilai 50 dan 75 jika sudah berhasil melewati titik teratas maka kelompok berhak mendapatkan nilai 100 bahkan bisa saja mengundurkan diri dari permainan dan mengambil nilai di titik dimana kelompok berhenti.
5. Teknik Pembelajaran “Colak Calek” (Coba Lakukan Cari Lewat Eksperimen)
Teknik pembelajaran adalah cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode pembelajaran secara spesifik (Budiyono, 2012: 21). Teknik “Colak Calek” adalah suatu cara dari seorang guru yang mengajarkan siswa untuk berusaha mencoba melakukan membuat bangun segiempat dengan menggunakan kertas, melalui origami yang pada ahirnya akan membentuk burung yang cantik matematika. Kemudian siswa mencari sifat-sifat dari segiempat melalui eksperimen origami burung yang cantik.


B. Kerangka Berfikir
Kondisi awal pembelajaran matematika yang terjadi di kelas VII.B SMP Negeri 1 Rakit masih konvensional, monoton, belum bervarisi dan belum menggunakan media pembelajaran yang sesuai, kreatifitas belum tertanam pada diri siswa Akibatnya prestasi belajar matematika menjadi rendah.
Untuk mengatasi permasalahan di atas penulis melakukan perubahan cara mengajar yaitu dengan membuat inovasi media pembelajaran, yaitu “Alga Mi Bu Camat” berbantuan Who Wants to be The Winner A Math Quiz dengan teknik “Colak calek”. Dengan menggunakan alat peraga ini dapat digunakan untuk memanipulasi konsep segiempat secara konkrit, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Dengan menggunakan Who Wants to be The Winner A Math Quiz siswa dapat belajar dengan bermain kuis sebagai latihan soal.
Dengan demikian diduga melalui penggunaan “Alga Mi Bu Camat” berbantuan Who Wants to be The Winner A Math dengan teknik “Colak calek” dapat meningkatkan kreatifitas dan prestasi belajar siswa kelas VII.B pada materi Segiempat SMP Negeri 1 Rakit tahun pelajaran 2013/2014.

C. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan kerangka teoretis dan kerangka berpikir di atas dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: Melalui penggunaan “Alga Mi Bu Camat” berbantuan Who Wants to be The Winner A Math dengan teknik “Colak calek” dapat meningkatkan kreatifitas dan prestasi belajar siswa kelas VII.B pada materi Segiempat SMP Negeri 1 Rakit tahun pelajaran 2013/2014.


BAB III
PELAKSANAAN, HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Pelaksanaan Penelitian
1. Setting Penelitian
Penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Rakit pada siswa kelas VII.B semester II tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Maret sampai dengan Mei 2014.
2. Subyek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VII.B SMP Negeri 1 Rakit tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 22 siswa.
3. Prosedur Penelitian
Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan/pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.
a. Perencanaan Tindakan
Pada tahap ini peneliti bersama guru kolaborator merancang dan menyusun tindakan yang akan dilaksanakan antara lain, menyusun RPP, menyusun instrumen observasi dan penilaian, membuat “Alga Mi Bu Camat” dan membuat media Who Wants to be The Winner A Math Quiz..
b. Pelaksanaan Tindakan
Pada tahap ini adalah melaksanakan skenario pembelajaran melalui penggunaan “Alga Mi Bu Camat” berbantuan Who Wants to be The Winner A Math Quiz dengan teknik “Colak Calek”.
c. Pengamatan atau Observasi
Pengamatan untuk mendokumentasikan pengaruh tindakan, memberi dasar bagi kegiatan refleksi. Kegiatan ini dilakukan oleh observer dengan dibekali lembar pengamatan.
d. Refleksi Pembelajaran
Hasil observasi proses pembelajaran dan tes tertulis, selanjutnya dilakukan analisis dan refleksi. Hasil refleksi ini bertujuan untuk mengetahui hal-hal yang perlu ditingkatkan, keefektivan dan kekurangan pembelajaran.
3. Teknik pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data penelitian tindakan kelas ini menggunakan teknik sebagai berikut:
a. Observasi: Observasi ini digunakan untuk mengadakan pengamatan langsung terhadap obyek yang diteliti. Observasi ini menggunakan instrumen berupa lembar observasi responden siswa dan responden guru.
b. Dokumentasi: Dokumentasi ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian misalnya foto-foto kegiatan dikelas.
c. Angket: Angket diberikan kepada siswa setelah selesai pembelajaran diahir siklus yang bertujuan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap kegiatan pembelajaran.
4. Analisis Data
Pada penelitian ini data dianalisis sejak tindakan pembelajaran dilakukan dan dikembangkan selama proses refleksi sampai proses penyusunan laporan. Data yang dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan analisis interaksi.
5. Indikator Kinerja
Indikator kinerja dalam penelitian ini ada dua macam, yaitu:
a. Indikator kreatifitas belajar siswa dikatakan meningkat jika telah memperoleh kriteria baik dan amat baik minimal 75% dari jumlah siswa;
b. Indikator prestasi belajar siswa dikatakan meningkat jika sekurang-kurangnya 85 % siswa menunjukkan tuntas belajar atau mendapat nilai tes ≥ 60,00, dengan KKM 60,00.

B. Hasil Penelitian
1. Pengamatan terhadap kreatifitas belajar siswa
Pelaksanaan pada siklus 1 terbagi menjadi 2 kali pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 19 April 2014 dan pada hari Senin tanggal 21 April 2014. Sedangkan siklus 2 juga terbagi menjadi 2 kali pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin tanggal 28 April 2014 dan pada hari Sabtu 3 Mei 2014 dengan alokasi waktu 2 x 40 menit.
Peningkatan kreatifitas siswa dapat dilihat dari indikator kreatifitas belajar yang meliputi: mengemukakan pendapat, keterampilan menggunakan media/alat peraga, keaktifan dalam diskusi, dan bertanya. Hasil pengamatan kreatifitas belajar siswa diberi skor 1 untuk kategori kurang, skor 2 untuk kategori cukup, skor 3 untuk kategori baik, dan skor 4 untuk kategori amat baik.
Secara umum kreatifitas belajar siswa dengan kriteria amat baik pada siklus I memiliki rata-rata 19,3% pada siklus II memiliki rata-rata 34,1% sedangkan kriteria baik pada siklus I 36,4% pada siklus II 47,7%. Secara umum pada siklus I berjumlah 55,7% pada siklus II berjumlah 81,8%, dengan demikian telah memenuhi indikator kinerja kreatifitas belajar siswa sehingga penelitian ini berahir di siklus II.
2. Prestasi Belajar Siswa
Berdasarkan hasil tes evaluasi siklus I menunjukkan adanya peningkatan jika dibandingkan dengan hasil tes awal yaitu dari 12 siswa atau 63,6% pada tes awal meningkat menjadi 17 siswa atau 77,3% yang memperoleh nilai diatas KKM. Sedangkan hasil tes siklus II meningkat menjadi 19 siswa atau 86,4%. Rata-rata pada awal sebelum tindakan 61,36 sedangkan pada siklus I meningkat menjadi 69,1 pada siklus II rata-ratanya meningkat menjadi 75,5.
3. Pengamatan terhadap proses pembelajaran Matematika yang dilaksanakan guru.
Dari hasil pengamatan proses pembelajaran pada siklus I telah berlangsung cukup baik, dengan rata-rata 3,0 atau baik. Pada siklus II indikator yang diamati hampir semua amat baik. Rata-rata 3,67 atau amat baik sehingga peneliti yakin bahwa pembelajaran Matematika melalui penggunaan “Alga Mi Bucamat” berbantuan Who Wants to be The Winner A Math Quiz dengan teknik “Colak calek” dapat meningkatkan kreatifitas belajar pada materi Segiempat siswa kelas VIIB SMP Negeri 1 Rakit.

C. Pembahasan Hasil Penelitian
1. Kreatifitas belajar Matematika siswa
Kreatifitas belajar siswa bisa dilihat dari indikatornya antara lain: mengemukakan pendapat, keterampilan menggunakan media, keaktifan dalam diskusi, dan bertanya.
a. Indikator Mengemukakan pendapat.
Selama pembelajaran komunikasi antara guru dan siswa berlangsug secara intensif. Dalam pembelajaran selalu ditekankan banyak bertanya bukan berarti belum paham atau bodoh, karena ada pepatah “Questioning is the heart of the teaching” artinya “pertanyaan adalah jantungnya pelajaran”, pengajaran tanpa ada bertanya adalah pengajaran yang gersang demikianlah apa yang dikatakan Al. Krismanto (2002: 4).
Pada siklus I jumlah siswa yang mengemukakan pendapat ada 2 siswa atau 9,0% dengan kriteria amat baik sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 5 siswa atau 22,7%, sedangkan kriteria baik pada siklus I ada 5 siswa atau 22,7% meningkat menjadi 8 siswa atau 36,4%. Dengan meningkatnya jumlah siswa yang mengemukakan pendapatnya maka kreatifitas belajar siswa pun meningkat. Hal ini sesuai dengan pendapat Sri Wardani (2004: 17) dimana pembelajaran kreatif adalah pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa merancang, membuat, berkreasi, mengkomunikasikan gagasan, pendapat atau pikirannya melalui karya tertentu, secara tertulis maupun tidak tertulis
b. Indikator Keterampilan menggunakan media
Pada penelitian ini kemampuan siswa dalam menggunakan media “Alga Mi Bucamat” dengan menggunakan media atau alat peraga ini siswa belajar sambil bermain lewat origami membuat burung yang cantik dengan terlebih dahulu membentuk bangun segiempat sehingga siswa tidak hanya hafal diskripsinya saja, tetapi dapat menerapkan atau mengaplikasikan konsep segiempat pada benda nyata. Siswa berusaha mencoba melakukan membuat bangun segiempat dengan menggunakan kertas, kemudian siswa mencari sifat-sifat dan segiempat melalui eksperimen. Berdasarkan angket tanggapan siswa pada siklus I yang menyatakan “Apakah saya menjadi lebih paham dan menguasai pelajaran setelah menggunakan metode dan media yang digunakan?” ada 14 siswa atau 43,6% pada siklus II meningkat menjadi 19 siswa atau 86,4%.
c. Indikator keaktifan siswa dalam diskusi
Keaktifan siswa dalam penelitian ini menjadi salah satu aspek pengamatan, keaktifan pada pembelajaran ini tidaklah dimaknai dalam bentuk kesibukan fisik siswa melainkan lebih mengarah pada mental, emosional dan sikap (tingkah laku). Pada siklus I jumlah siswa yang aktif dalam diskusi dalam menyelesaikan soal dengan kriteria amat baik ada 5 siswa atau 22,7% sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 7 siswa atau 31,8%. Adapun kriteria baik pada siklus I ada 8 siswa atau 36,4% sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 13 siswa atau 59,1%. Selain itu berdasarkan angket tanggapan siswa pada siklus I yang menyatakan “Apakah saya memberikan tanggapan atas pendapat teman dalam diskusi?” ada 4 siswa atau 18,2% pada siklus II meningkat menjadi 9 siswa atau 40,9%.
Dengan demikian pada siklus II interaksi yang terjadi didalam kelas antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru lebih tinggi. Sehingga berdasarkan data diatas maka dapat dikatakan bahwa terjadi peningkatan keaktifan siswa, keaktifan siswa dalam forum diskusi dapat meningkatkan kreatifitas belajar siswa. Hal ini sesuai deangan pendapat Hery Sukarman (2002: 13) bahwa pembelajaran aktif merupakan syarat bagi terwujudnya pembelajaran efektif.
d. Indikator Bertanya
Dalam penelitian ini keaktifan bertanya siswa selama pembelajaran diamati dengan seksama, komunikasi antara guru dan siswa dalam bentuk dialog berlangsung secara intensif. Pada siklus I kebanyakan siswa tidak langsung menjawab apa yang ditanyakan oleh guru, baru ketika ditunjuk atau disebut namanya mereka bersedia menjawabnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut guru memberikan motivasi agar siswa bersikap aktif baik dalam menjawab pertanyaan guru, mengajukan pertanyaan bila ada materi yang belum dipahami, serta menanggapi jawaban siswa. Keaktifan siswa dalam pembelajaran merupakan salah satu aspek penilaian afektif.
Berdasarkan peningkatan setiap indikator kreatifitas belajar pada siklus II dibanding siklus I, secara umum kreatifitas siswa pada siklus II meningkat 26,2% dibanding siklus I yaitu dari 55,7% menjadi 81,8% sehingga telah memenuhi indikator kinerja kreatifitas belajar siswa.
2. Prestasi belajar belajar siswa
Setelah pelaksanaan tindakan siklus I selama 2 kali pertemuan, Hasil tes siklus I menunjukkan terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan hasil tes awal yaitu dari 12 siswa atau 63,6% yang memperoleh nilai diatas KKM meningkat menjadi 17 siswa atau 77,3%. Hasil tes siklus II menunjukkan terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan hasil tes siklus I yaitu dari 17 siswa atau 77,3% yang memperoleh nilai diatas KKM pada siklus II meningkat menjadi 19 siswa atau 86,4%. Rata-rata pada awal sebelum tindakan 61,36 sedangkan pada siklus I meningkat menjadi 69,1 pada siklus II rata-ratanya meningkat menjadi 75,5.

Pada data hasil ulangan siklus meningkat dari siklus 1 ke siklus 2, baik dari persentase ketuntasan belajar maupun rata-rata kelas. Adanya peningkatan tersebut disebabkan pengelolaan pembelajaran telah berlangsung secara efektif. Pembelajaran yang dilaksanakan guru telah mampu menumbuhkan dan meningkatkan kreatifitas belajar siswa sehingga prestasi belajar siswa kelas VII.B SMP Negeri 1 Rakit meningkat. Terutama pada penggunaan “Alga Mi Bucamat” dan kuis Who Wants to be The Winner A Math Quiz membuat siswa lebih tertarik dan tidak bosan karena ada variasi dalam pembelajaran sehingga siswa merasa senang dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pandapat Gordon Dryden dan Jeannette Vos (2003:17) yang menyatakan bahwa belajar akan efektif jika dilaksanakan dalam suasana menyenangkan, sehingga informasi atau pengetahuan yang komplekpun akan dapat diserap dan diingat dengan mudah.

BAB IV
PENUTUP
A. Simpulan
Hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan antara guru Matematika dan guru kolaborator dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Melalui penggunaan “Alga Mi Bu Camat” berbantuan Who Wants to be The Winner A Math Quiz dengan teknik “Colak Calek” dapat meningkatkan kreatifitas belajar siswa pada materi segiempat kelas VII.B SMP Negeri 1 Rakit tahun pelajaran 2013/2014 sebesar 26,2% yaitu dari 55,7% menjadi 81,8%.
2. Melalui penggunaan “Alga Mi Bu Camat” berbantuan Who Wants to be The Winner A Math Quiz dengan teknik “Colak Calek” dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi segiempat kelas VII.B SMP Negeri 1 Rakit tahun pelajaran 2013/2014 sebesar 77,3% pada siklus I menjadi 86,4% pada siklus II;
3. Perubahan perilaku belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran melalui penggunaan “Alga Mi Bu Camat” berbantuan Who Wants to be The Winner A Math Quiz dengan teknik “Colak Calek” adalah siswa aktif mengemukakan pendapat, terampil menggunakan media, aktif dalam diskusi, dan aktif bertanya.

B. Saran-saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka diajukan sejumlah saran sebagai berikut:
1. Terhadap Siswa
a. Siswa harus senantiasa meningkatkan kreatifitas belajar melalui mengemukakan pendapat, kerampilan menggunakan media, aktif dalam diskusi dan bertanya;
b. Kerjasama dan menghargai pendapat siswa lain dalam diskusi kelompok perlu dikembangkan dalam pembelajaran supaya mendapat hasil yang baik;
2. Terhadap kepala sekolah
a. Kepala sekolah harus menjadi pemimpin dan penggerak perbaikan pembelajaran dengan melibatkan peran guru, hubungan guru dan kepala sekolah dapat dikembangkan melalui kerja kolaborasi.
b. Kepala sekolah dapat melaksanakan pemantauan proses pembelajaran di kelas, hal ini dapat digunakan untuk mengetahui situasi pembelajaran di kelas dan masalah-masalah yang muncul dari masing-masing kelas.
3. Terhadap guru matematika
a. Guru matematika hendaknya menggunakan metode maupun teknik mengajar yang tepat dan bervariasi agar proses pembelajaran tidak monoton dan membosankan;
b. Hendaknya guru terus melakukan inovasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran;

Juknis Pendataan Nilai Rapor


Memperhatikan surat Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 9927/G/TU/2012 tanggal 30 November 2012 sekaligus sebagai tindak lanjut arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Rapat Pimpinan Unit Utama tanggal 13 Agustus 2012 tentang Pengembangan Sistem Penilaian Pendidikan, Badan Penelitan dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud melalui Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) akan melakukan pendataan nilai rapor siswa SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK yang dimulai pada Tahun Pelajaran 2012/2013.<br />
Data rapor yang akan dikumpulkan adalah nilai rapor seluruh siswa Kelas 7 hingga Kelas 9 (SMP dan MTs) dan Kelas 10 hingga Kelas 12 (SMA, MA, dan SMK) untuk semua mata pelajaran.<br />
(Untuk mengunduh surat Kepala Balitbang Kemdikbud Nomor 9927/G/TU/2012 tersebut, silakan <a href=" www.pdkjateng.go.id="www.pdkjateng.go.id" />klik disini.)
Sistem dan prosedur pengumpulan data akan diinformasikan lebih lanjut.

Pelatihan Guru untuk Penerapan Kurikulum 2013

Banyak pihak menilai bahwa jalannya penerapan kurikulum baru pada tahun 2013 di lapangan akan terseok. Pasalnya, persiapan perubahan kurikulum yang dikabarkan telah dilakukan sejak 2010 tidak menyentuh guru sama sekali. Padahal guru merupakan ujung tombak dari implementasi kurikulum ini.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim mengatakan bahwa ada waktu sekitar enam bulan pelatihan komprehensif terhadap guru yang ada di seluruh Indonesia untuk mengenal kurikulum 2013 agar implementasi di lapangan kepada anak didiknya dapat berjalan dengan lancar.

"Kami sudah siapkan pelatihan bagi para guru agar mampu menjalankan kurikulum baru pada 2013 ini dengan baik," kata Musliar saat dihubungi, Kamis (29/11/2012).

Tidak hanya itu, pelatihan yang didasarkan pada hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) beberapa waktu lalu juga akan dijadikan wadah untuk membina para guru agar mampu memahami konsep kurikulum 2013. Dengan demikian, saat penerapan kurikulum dilaksanakan tidak ada lagi kendala yang berakibat tidak tercapainya sasaran kurikulum baru ini.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat uji publik, para guru ini juga akan diberi ruang untuk berpendapat terkait kurikulum baru ini. Sehingga kurikulum yang diberlakukan pada tahun depan juga merupakan hasil dari urun rembug semua elemen masyarakat termasuk guru.

"Guru ini yang tahu bagaimana baiknya di lapangan. Mereka yang akan melakukannya. Jadi mereka harus paham benar. Jadi tentu saja, kami libatkan mereka dan kami persiapkan mereka dengan baik," tandasnya.

Lomba Komedian Spentura - Yuk Ketawa Bareng

lomba komedian Banjarnegara, 17 Oktober 2012. Siapa yang tidak kenal dengan acara Opera Van Java (OVJ) yang disiarkan di Trans7, ya disitu terdapat pemain komedian ternama seperti Sule, Parto, Nunung yang selalu membawa penonton untuk tertawa. Ternyata tidak hanya dalam OVJ saja hal-hal yang lucu terjadi. Di SMP Negeri 1 Rakit, Kab. Banjarnegara diselenggarakan suatu acara komedi yang dikemas dalam “LOMBA KOMEDIAN SPENTURA”, acara tersebut berlangsung selama 1 hari. Peserta adalah siswa SMP Negeri 1 Rakit yang mewakili kelas masing-masing. Lomba komedian spentura merupakan salah satu kegiatan tengah semester dimana sebelumnya siswa melaksanakan Ulangan Tengah Semester 1 Tahun Pelajaran 2012/2013.
     Ada saja akting yang diperagakan oleh peserta lomba dengan berbagai tingkah serta dialog yang membuat penonton tertawa. Mulai dari gaya berpakaian mereka yang ala gaul, atau dengan melontarkan kalimat yang mengundang tawa orang yang melihatnya. Banyak hal terjadi ketika peserta berada di atas panggung, ada yang lucu ada juga yang biasa saja. Dewan juri yang terdiri dari Ibu Fajriyatun, S.Pd, Ibu Siti Wiranti, SE, dan Ibu Titik Ngafiyah, S.Pd, yang nanti akan memberikan penilaian untuk menentukan siapa yang akan menadi pemenang dalam lomba ini. Yang terpenting peran serta siswa dalam Lomba Komedian Spentura sudah tercapai secara maksimal. Semoga di masa mendatang kegiatan seperti ini bisa dilakukan kembali.

THANKS TO

SUPPORT


Blogger Template Design: The Professional Template Design by: Ourblogtemplates.com customize by Apit Prayitno

Best viewed in Mozilla Firefox 3.6+ 1024 x 768 resolution.